BERITA Generasi Internasional

Teliti Air Tertua di Bumi, Perempuan Ini Raih Hadiah Sains Bergengsi

Teliti Air Tertua di Bumi, Perempuan Ini Raih Hadiah Sains Bergengsi

INFODETIK -Seorang profesor geologi berasal dari University of Toronto beroleh penghargaan bertitel Gerhard Herzberg Canada Gold Medal for Science and Engineering. Medali ini meerupakan hadiah bergengsi di bidang sains dan teknik yang diberikan tiap tahunnya oleh Dewan Penelitian Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknik Kanada (Natural Sciences and Engineering Research Council/NSERC).

Barbara Sherwood Lollar, nama profesor perempuan ini, dianggap layak terima hadiah bergengsi tersebut dikarenakan dia telah menemukan dan mempelajari air yang berumur miliaran tahun dan telah berkontribusi dalam pencarian kehidupan di luar Bumi. Lollar mempelajari air berusia miliaran tahun, yang ia dapat berasal dari wilayah penambangan di Canadian Shield dan tempat-tempat lain di Bumi, untuk mempelajari air yang mungkin terdapat di planet-planet lain. SITUS POKER PULSA

“Salah satu topik utama dalam pengetahuan planet adalah bahwa kami memanfaatkan Bumi untuk jelas sistem yang mungkin berjalan di planet lain,” ujar Lollar, sebagaimana dilansir The Sciences Times.

“Dan pekerjaan yang kami lakukan… punyai relevansi segera bersama apa yang kami melakukan ketika kami mencari jelas sistem yang berjalan di planet lain,” lanjutnya.

Pada th. 2016 lalu, Lollar dengan timnya sukses mendapatkan air yang diperkirakan berusia 2 miliar tahun. Air itu dipercayai sebagai air tertua di Bumi. Atas penemuannya tersebut, Lollar kemudian meraih penghargaan John C. Polanyi Award, terhitung dari NSERC.

Sebelumnya, para ilmuwan sudah mendapatkan bahwa kehidupan awal di Bumi berkembang tanpa butuh pertolongan sinar matahari atau fotosintesis. Lollar dan timnya saat ini mengusahakan mencari sadar bagaimana kehidupan awal dapat berkembang di dalam keadaan yang tidak butuh sinar matahari tersebut.  POKER PULSA 

Lollar saat ini tengah berfokus meneliti di tempat dingin seperti Canadian Shield. Wilayah bentangan batuan purba berikut dipilih untuk diteliti sebab tidak mengalami pergeseran lempeng agar di celah-celah hidrotermalnya condong tak dihasilkan panas. Namun begitu, tetap ada reaksi kimia yang berlangsung di dalam air yang berada di bawah permukaan batuan purba tersebut.

“Di mana pun Anda miliki gradien (perbedaan panas), pada panas dan dingin –bahkan kecuali itu pada dingin dan dingin– Anda tetap miliki potensi untuk menjumpai terjadinya reaksi kimia. Dan ini membawa dampak kita sedikit membuka kesimpulan kita, untuk berpikir secara out of the box mengenai cii-ciri apa yang dapat menolong kelayakhunian,” ujarnya.

Para ahli astrobiologi dan astrofisika sanggup mengambil manfaat berasal dari hasil penelitian Lollar ini untuk mencari kehidupan di tempat-tempat yang lebih dingin di tata surya kami layaknya di Mars dan di dua bulan Jupiter, yakni Europa dan Enceladus.

Ketika diwawancarai pada kala terima medali, Lollar memperlihatkan betapa dia merasa tersanjung sanggup terima Penghargaan Herzberg. Dia meminta sanggup tetap melanjutkan penelitiannya untuk mencari kehidupan di luar Bumi tersebut.