BERITA Internasional Istana Presiden Jokowi Viral

Sri Mulyani Kritik Proyek Energi Terbarukan: Jangan Cuma buat Pamer

Sri Mulyani Kritik Proyek Energi Terbarukan: Jangan Cuma buat Pamer

INFODETIK –┬áMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengkritik pengembangan kekuatan baru terbarukan (EBT) di Indonesia yang dinilainya tetap belum serius.

Salah satu proyek EBT yang disebut Sri Mulyani adalah Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Sidrap, Sulawesi. Proyek ini, kata dia, sebetulnya bagus dan sering dipamerkan dalam acara-acara bersama dengan investor. Tapi sebetulnya pembangkit listrik kekuatan terbarukan di Indonesia tetap minim.

“Saya berulang-kali diundang tiap tiap tahun, konferensi kekuatan baru dan terbarukan. Fotonya itu ada angin tadi di Sidrap itu, dipamerin terus, padahal hanya berapa MW (Mega Watt),” kata Sri Mulyani dalam One Hour University di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (15/5). SITUS POKER PULSA

Dalam konferensi internasional perihal kekuatan terbarukan, sambungnya, Indonesia sering jadi sorotan sebab ada perbedaan ucapan antara Jonan dan dirinya.

“Fotonya keren, tetapi berapa sih negara punya? Jangan bangun hanya gunakan untuk digambarin. Solar cell itu berapa (yang udah dibangun)? Do we have geothermal? Hydro (air)? Indonesia yang katanya mayoritas air, do we have hydro? Yes we do, ya cukup untuk membuat presentasi. Artinya kami sebagai satu negara selanjutnya dibandingkan konsisten Menteri ESDM ke mana, Menteri Keuangan rela ke mana,” ucapnya.

Menurut Sri Mulyani, sinergi antar kementerian dan lembaga sangat penting. Dengan begitu, ide-ide untuk mengembangkan kekuatan terbarukan yang menjadi jaman depan Indonesia dapat terwujud, termasuk keberanian untuk mendanainya. POKER PULSA

“Ini pesan perlu untuk kami semua sebagai ASN (Aparat Sipil Negara). Karena kami intentionally, atau non intentionally, menjadi sering institusi yang ciptakan banyak hurdles, menjadi inspirasi mati atau baru lahir aborted. Itu betapa kami menjadi institusi yang tentukan negara dapat maju atau tidak. Karena itu banyak negara struggle to reform their policies plus institusi,” jelasnya.

Sebagai informasi, PLTB Sidrap ini merupakan PLTB pertama yang beroperasi di Indonesia. PLTB ini memiliki 30 kincir angin dengan tinggi tower 80 mtr. dan panjang baling-baling 57 meter, tiap-tiap menjalankan turbin berkapasitas 2,5 MW, sehingga keseluruhan kapasitas yang dihasilkan oleh 30 turbin adalah 75 MW. DEPOSIT VIA GOPAY

PLTB Sidrap diresmikan Presiden Joko Widodo terhadap Juli 2018. Beroperasinya pembangkit ini menambah kuantitas pembangkit listrik EBT di Indonesia.

Tapi secara akumulasi, porsi EBT di sektor ketenagalistrikan baru raih 13 persen, selagi di transportasi raih 12-13 persen. Padahal, pemerintah menargetkan terhadap 2025 porsi EBT dalam bauran kekuatan nasional di Indonesia raih 23 persen. Target ini sesuai dengan komitmen pemerintah dalam Paris Agreement th. 2015.