Aplikasi HP BERITA Internasional kritik

Polisi Bisa Pantau Grup WhatsApp, Begini Penjelasan Menkominfo

Polisi Bisa Pantau Grup WhatsApp, Begini Penjelasan Menkominfo

INFODETIK -Belum lama ini, beredar kabar bahwa Polri mampu lakukan patroli siber alias pemantauan ke didalam grup-grup WhatsApp. Patroli ini dilakukan karena terdapatnya tren aksi kriminal yang mampu terjadi didalam sebuah percakapan grup di aplikasi pesan tersebut.

Menanggapi kabar itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara tidak membantah jikalau polisi sesungguhnya mampu melakukannya. Tapi, ia menegaskan pemantauan yang dilakukan polisi di suatu grup WhatsApp tidak sembarangan. IDN POKER PULSA

“Polri itu menyampaikan dia akan masuk (ke grup WhatsApp) apabila apakah ada laporan atau committed to crime, apabila gini, ada 100 anggota grup WA, di dalamnya ada berkaitan kriminal. Polisi mampu masuk, namun bersama syarat itu (ada kaitannya bersama aksi kriminal),” menyadari Rudiantara, saat ditemui di kawasan Jakarta, Senin (17/6).

Rudiantara menyetujui dan membantu langkah Polri tersebut, namun ia memberitahu masyarakat yang tidak tersedia kaitannya dengan aksi kriminal untuk tidak cemas kelompok WhatsApp-nya dapat dipantau. Pria yang akrab disapa Chief RA itu meyakinkan polisi tidak dapat masuk ke kelompok WhatsApp yang tidak tersedia unsur kriminalnya.

“Kominfo itu tidak dapat masuk ke dalam kelompok WA yang anggotanya tidak tersedia yang committed terhadap crime. Nah, yang menetapkan committed terhadap crime emang siapa, emang Kominfo? Bukan, namun polisi,” papar Rudiantara. SITUS POKER OVO¬†

“Nanti polisi mampu minta serupa Kominfo, tolong cek yang ini. Tapi tidak sembarangan, nanti terkecuali teledor masa kelompok WA kami yang tenang-tenang saja dimasuki,” sambungnya.

Belakangan ini, tren kejahatan yang dikerjakan melalui aplikasi pesan seperti WhatsApp memang sedang ramai dilakukan, terutama terkait penyebaran hoaks. Akibatnya, Kominfo sempat halangi fitur gambar dan video di WhatsApp dan tempat sosial lain disaat penyebaran hoaks memuncak di dalam moment kerusuhan 21-22 Mei lalu di Jakarta. IDN POKER GOPAY 

Langkah ini, menurut Kominfo, mampu menekan angka penyebaran hoaks dan menghindar provokasi-provokasi yang mampu ditimbulkan oleh hoaks yang disebar tersebut.