BERITA PILPRES 2019 Politik

Pemijat Kudus Mendapatkan Ketenaran Internet Untuk Kampanye Lelucon

Infodetik Pemijat Kudus Mendapatkan Ketenaran Internet Untuk Kampanye Lelucon. Mengenakan pakaian Muslim dan peci hitam, Nurhadi memasang wajah serius di sebelah Aldo dalam banyak gambar yang muncul di media sosial. Tampak seperti politisi yang telah membanjiri internet menjelang pemilihan legislatif dan pemilihan presiden 2019.

Tapi ternyata tidak. Nurhadi mengatakan ia adalah tukang pijat tradisional berusia 50 tahun dari Kudus, Jawa Tengah, sedangkan Aldo adalah karakter fiksi.

Dia dan sekelompok pengguna internet telah mengatur kampanye prank kepresidenan tiket fiksi Nurhadi-Aldo sejak liburan Natal dan Tahun Baru, memposting lelucon di samping postur tegang Nurhadi dengan tangan ditempatkan dengan kuat di dadanya. deposit via pulsa

Slogan yang mereka buat untuk kampanye ini adalah “Dildo untuk Indonesia”. Dildo, tentu saja, singkatan dari Nurhadi dan Aldo.

Dalam masyarakat yang bergantung pada media sosial seperti Indonesia yang telah dicengkeram oleh kampanye presiden. Akun media sosial prank secara instan mengumpulkan ratusan ribu pengikut dengan banyak posting mereka menjadi viral.

Tagar #McQueenYaQueen (Menjadi Lebih Meyakinkan) yang mereka ciptakan untuk kampanye ini, termasuk di antara topik trending teratas di Twitter minggu ini bersama dengan yang dibuat oleh pendukung kampanye presiden seperti #JokowiAminLebihBaik (Jokowi-Amin Lebih Baik) dan #PrabowoSandiSaja (Hanya Memilih -Sandi).

Salah satu posting di halaman Facebook resmi Nurhadi-Aldo adalah poster berwarna-warni yang diunggah pada hari Sabtu. Di mana pasangan itu berjanji bahwa begitu Nurhadi terpilih sebagai presiden “para petani akan direkrut sebagai pegawai negeri. Dengan begitu petani akan makmur dan anak-anak mereka tidak harus pergi ke kota lagi ”.

Seorang pengguna Facebook, Hamsah Al Pasai, berkomentar di posting bahwa “akan tiba saatnya anak-anak Indonesia bermimpi bekerja sebagai petani. Saya mendukung Anda untuk melayani bangsa selama 15 periode, Pak ”.

Salah satu penggagas kampanye, yang menolak mengungkapkan namanya, mengatakan tim di balik lelucon itu adalah delapan anak muda yang bertemu di sebuah komunitas di Facebook.

“Kami telah mendiskusikan ide ini selama berbulan-bulan, tetapi kami baru mulai mengerjakan poster dan konten pada bulan Juni dan akhirnya menyadarinya pada bulan Desember,” kata mahasiswa, yang tinggal di Jakarta, kepada The Jakarta Post pada hari Sabtu.

Dia mengatakan dia dan tim tidak pernah secara pribadi bertemu Nurhadi dan hanya mengenal satu sama lain melalui Facebook. Nurhadi, yang telah memposting lelucon acak, sudah memiliki banyak pengikut sebelum mereka memulai kampanye.

Gagasan itu muncul karena kelompok itu prihatin dengan perdebatan sengit antara pendukung calon presiden Joko “Jokowi” Widodo dan Prabowo Subianto di media sosial yang sering memicu komentar penuh kebencian.

“Hari pemilihan sudah dekat dan kami melihat lebih banyak orang bertarung satu sama lain untuk mendapatkan kandidat presiden mereka. Kami ingin berada di sini untuk mengurangi ketegangan. Kita semua bisa berkumpul dan tertawa bersama, ”kata pria 23 tahun ini.

Dia membantah bahwa dia berafiliasi dengan partai politik atau tim kampanye presiden mana pun.

Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah pengguna Facebook, Instagram, dan Twitter tertinggi di dunia.

Negara ini akan mengadakan pemilihan legislatif dan presiden pada bulan April dengan lebih dari 192 juta orang pada daftar pemilih. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memperkirakan bahwa 42 persen pemilih berusia 17 hingga 35 tahun dan mengenal internet, menjadikan media sosial bagian penting dari kampanye pemilihan yang dimulai pada bulan September.

Agus Sudibyo, direktur eksekutif Indonesia New Media Watch, mengatakan fenomena viral ini didukung oleh sekelompok pencari perhatian yang mencoba mengambil manfaat dari musim kampanye pemilihan presiden. poker 99 

“Saya meragukan motif dan keberhasilan seluruh gerakan ini dalam mengalihkan perhatian orang dari bergabung dalam perdebatan sengit antara kandidat presiden. Saya tidak bisa melihatnya mengubah apa pun tentang persaingan antara pendukung kandidat, ”katanya.

Nurhadi, yang mengatakan bahwa dia baru saja menutup praktik pijat ketika dihubungi oleh Post pada hari Sabtu sore, mengatakan dia tidak keberatan bahwa gambarnya sedang digunakan untuk kampanye lelucon. Ayah empat anak ini juga tampak menikmati perhatian sejak ia terserang virus.

Banyak orang mengunjungi klinik terapi pijat di desa Golantepus untuk mengambil foto atau membuat video dengannya.

“Saya harap kita bisa membawa sukacita bagi semua orang. Mari kita berhenti berkelahi. Apa pun yang kita pilih pada hari pemilihan adalah pilihan pribadi kita dan kita harus menghormati pilihan orang lain, ”katanya.

 

 

Artikel ini dipersembahkan oleh V9POKER | V9NEWS – JUDI ONLINE – AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA – SITUS JUDI ONLINE TERPERCAYA – JUDI POKER ONLINE – JUDI CEME ONLINE – JUDI CAPSA ONLINE – JUDI DOMINO ONLINE – AGEN POKER ONLINE – AGEN CEME ONLINE – AGEN CAPSA ONLINE – AGEN DOMINO ONLINE – CAPSA SUSUN – JUDI CAPSA SUSUN – V9PORN – DEPOSIT VIA PULSA