Kesehatan LIFESTYLE Seks

Menjelaskan yang Salah Kaprah soal Bercinta ketika Haid

Menjelaskan yang Salah Kaprah soal Bercinta ketika Haid
Menjelaskan yang Salah Kaprah soal Bercinta ketika Haid

INFODETIK – Menjelaskan yang Salah Kaprah soal Bercinta ketika Haid. Terkadang, hubungan intim bareng pasangan terganggu ‘tamu bulanan’. Padahal, pasangan masih dapat mendapatkan empiris bercinta yang mengasyikkan  meski dalam masa haid. Namun, ada sejumlah mitos yang melekat pada kegiatan seks saat bersangkutan intim. Mulai dari gairah seks yang luntur sampai menutup bisa jadi kehamilan.

Berikut merangkum sekian banyak sumber, sejumlah mitos seputar kegiatan seksual ketika haid.

  1. Darah di mana-mana

Banyak orang beranggapan bahwa kegiatan seks ketika haid akan ‘bertaburan’ darah. Hal ini tak sepenuhnya benar. Ahli ginekologi Carolyn DeLucia menuliskan bahwa urusan itu bergantung pada aliran darah haid. “Bisa jadi tidak tidak sedikit seperti yang dibayangkan,” katanya mengutip Insider.

DeLucia menyerahkan sedikit tips untuk Anda yang ingin bersangkutan intim walau haid. Jika aliran haid deras, tempatkan handuk di atas kasur dan siapkan tisu untuk mencuci darah setelahnya. Menjelaskan yang Salah Kaprah soal Bercinta ketika Haid.

Menjelaskan yang Salah Kaprah soal Bercinta ketika Haid

Menjelaskan yang Salah Kaprah soal Bercinta ketika Haid

  1. Tak dapat hamil

Seks tanpa konstrasepsi tidak jarang kali disertai dengan risiko kehamilan tak terencana, termasuk ketika haid. “Selalu hati-hati saat bersangkutan intim. Siklus kita dapat berubah dan kita dapat mengalami ovulasi (pelepasan sel telur yang matang dari ovarium) lebih cepat dari yang diinginkan,” kata DeLucia. Sperma bisa hidup di dalam tubuh sampai lima hari. Jika siklus menstruasi tidak teratur, perempuan dapat melalui masa ovulasi dalam lima hari tersebut. Artinya, wanita dapat saja hamil sesudah bercinta sekitar haid. Menjelaskan yang Salah Kaprah soal Bercinta ketika Haid.

  1. Darah menstruasi tak dapat jadi media PMS

Perlindungan sekitar seks tak selalu sehubungan dengan kehamilan tak terencana, tapi pun penurunan risiko penularan penyakit menular seksual (PMS). Berdasarkan keterangan dari DeLucia, darah atau cairan tubuh apa pun dapat menjadi media penghantar PMS.

  1. Seks buat haid kian ‘deras’

Sebagian wanita beranggapan bahwa seks akan bikin haid datang lebih cepat. Namun, pada kenyataannya permasalahan ini tak tidak jarang kali terjadi. Direktur Female Sexual Medicine Program Standford University, Ieah Millheiser, menuliskan bahwa seks akan memicu haid andai wanita merasakan orgasme. “Orgasme dapat jadi semacam dorongan untuk darah guna keluar, sebab ini (orgasme) mengakibatkan kontraksi kencing,” kata Millheiser. Menjelaskan yang Salah Kaprah soal Bercinta ketika Haid.

Menjelaskan yang Salah Kaprah soal Bercinta ketika Haid

  1. Kram semakin parah

Justru sebaliknya, kram dapat dilawan dengan kegiatan fisik tertentu tergolong seks. DeLucia berbicara seks dapat menciptakan wanita merasa lebih baik. Saat orgasme, tubuh bakal melepas hormon endorfin yang dapat mengurangi rasa sakit. Kram dampak haid pun dapat berkurang. Menjelaskan yang Salah Kaprah soal Bercinta ketika Haid.

Baca Juga : Stres Karena Kerja, Penduduk Korea Selatan Pilih Menginap di Penjara

  1. Haid lunturkan hasrat seks

Anggapan bahwa haid dapat melunturkan hasrat seksual ialah mitos. Faktanya, bercinta kala haid dapat sangat menyenangkan. Pasalnya, tubuh merasakan lonjakan hormon testosteron sehingga mengakibatkan peningkatan libido.

  1. Bercinta jadi menyakitkan

Saat haid, buatan hormon estrogen bakal menurun. Akibatnya, tubuh tak akan tidak sedikit memproduksi lubrikan alami. Karena dalil itu, tidak sedikit orang beranggapan bahwa seks kala haid dapat sangat menyakitkan. Padahal, darah menstruasi dapat sekaligus menjadi lubrikan. Dengan begitu, seks tak bakal menyakitkan sebagaimana yang dibayangkan. Menjelaskan yang Salah Kaprah soal Bercinta ketika Haid.