FAKTA Internasional Istana Presiden Jokowi

KPU: Jika Tak Ada Sengketa, Pemenang Pilpres Ditetapkan 25 Mei

KPU: Jika Tak Ada Sengketa, Pemenang Pilpres Ditetapkan 25 Mei

INFODETIK – KPU bakal menentukan hasil pemenang Pilpres 2019 terhadap Sabtu, 25 Mei 2019. Penetapan ini dilakukan sesudah menunggu rekapitulasi selesai terhadap 22 Mei 2019.

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, sampai 22 Mei KPU terus lakukan rekapitulasi suara. Namun, sesudah rekap selesai terhadap 22 Mei, KPU memberi tambahan pas 3 hari terkecuali tersedia sengketa yang idamkan diajukan. Jika tidak tersedia sengketa, maka pemenang bakal ditetapkan terhadap 25 Mei.

“Kalau perolehan kursi dan penetapan calon terpilihnya, sesudah tidak tersedia sengketa. Atau terkecuali tersedia sengketa, sesudah putusan sengketannya keluar,” tahu Arief Budiman di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (16/5).

“Kalau tanggal 22 kita tetapkan, 3 hari sesudah itu tanggal 25 tidak tersedia sengketa, maka tanggal 25 kita tetapkan. Tapi, terkecuali tersedia sengketa, kita wajib menunggu sampai putusan sengketanya keluar,” lanjut Arief.  SITUS POKER PULSA

Arief mengatakan, pihaknya terus lakukan rekap suara di tingkat provinsi. Sebelumnya, KPU RI mengambil keputusan ulang memperpanjang pas rekapitulasi suara tingkat provinsi sampai 18 Mei. Sebab, masih tersedia beberapa provinsi yang belum menyelesaikan rekapitulasi di tingkat Kecamatan maupun Kabupaten. DEPOSIT GOPAY 

Hingga Kamis (16/5), KPU sudah menentukan rekapitulasi di 27 provinsi. Sebanyak 16 provinsi dimenangkan Jokowi, dan 11 dimenangkan Prabowo. Secara keseluruhan dimenangkan Jokowi.

Soal gugatan ke MK, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi sudah tunjukkan tidak bakal mengajukan sengketa ke MK, gara-gara berasumsi tersedia banyak kecurangan.

“MK terhadap pas itu menyatakan apabila ini diperiksa satu per satu, toh perubahan angka kemenangan itu tidak bakal berubah, paling hanya tingkatkan 1-2 prosen saja suara Pak Prabowo pas itu,” kata Jurkamnas Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Muhammad Syafi’i di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (15/5)

“MK sudah sukses memicu kita tidak punyai kepercayaan bahwa mereka bakal lakukan persidangan secara objektif,” tambahnya.