BERITA UNIK Viral

Kominfo: Aturan Blokir Smartphone Ilegal Terbit Agustus

Kominfo: Aturan Blokir Smartphone Ilegal Terbit Agustus

INFODETIK – Pemerintah terus menggodok ketentuan untuk menangkal peredaran ponsel ilegal atau yang dikenal dengan arti ‘black market’ (BM) di Indonesia. Peraturan ini kabarnya bakal diresmikan pada Agustus mendatang.

Jika udah diberlakukan, perangkat seluler seperti smartphone atau tablet yang punya nomer International Mobile Equipment Identification (IMEI) tidak terdaftar di database pemerintah bakal terblokir dan tidak bisa digunakan. IDN POKER OVO

Perangkat yang nomer IMEI-nya tidak terdaftar disebabkan karena produk berikut dibeli tidak lewat jaringan distributor formal atau dibeli di luar negeri. Kabarnya, nantinya ponsel yang diblokir tidak bisa menerima tanda operator manapun di Indonesia, sehingga tidak bisa digunakan untuk telepon, SMS, juga buka internet.

Meski begitu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) udah menanggung penerapan ketentuan ini tidak bakal merugikan masyarakat. Hal yang membuat kekhawatiran adalah nasib perangkat seluler ilegal yang udah beredar dan digunakan oleh masyarakat. Akankah turut terblokir? SITUS POKER GOPAY 

“Satu perihal yang tahu masyarakat tidak bakal dirugikan. Akan tersedia masa transisi. Detailnya seperti apa di regulasinya bakal disebut. Saya sendiri belum tahu persis,” tahu Plt. Kepala Biro Humas Kominfo, Ferdinandus Setu, waktu dihubungi kumparan, Rabu (3/7).

Kabarnya pemerintah dapat memberlakukan masa transisi atau pemutihan yang berjalan sepanjang dua tahun. Selama masa transisi tersebut, perangkat seluler ilegal yang terlanjur beredar di penduduk dapat di data sehingga senantiasa dapat digunakan, selagi peraturan IMEI formal diberlakukan.

Proses pendataan no IMEI melibatkan operator seluler, dikarenakan nantinya dapat memakai juga no MSISDN (Mobile Subscriber Integrated Services Digital Network Number) yang terdapat di tiap-tiap kartu SIM yng dikeluarkan oleh operator. POKER SYAHRIAH 

Kemenperin udah bekerja mirip bersama dengan Qualcomm untuk mengembangkan proses Device Identification, Registration, and Blocking System (DIRBS) sejak Agustus 2017 lalu. Sistem ini punya kekuatan untuk mengidentifikasi, mendaftarkan, dan mengontrol akses jaringan seluler melalui no IMEI perangkat.