Aplikasi HP BERITA LIFESTYLE Tips Viral

Kisah Pasangan yang Dijodohkan Aplikasi Berujung di Pelaminan

Kisah Pasangan yang Dijodohkan Aplikasi Berujung di Pelaminan
Kisah Pasangan yang Dijodohkan Aplikasi Berujung di Pelaminan
Kisah Pasangan yang Dijodohkan Aplikasi Berujung di Pelaminan
Kisah Pasangan yang Dijodohkan Aplikasi Berujung di Pelaminan

INFODETIK Kisah Pasangan yang Dijodohkan Aplikasi Berujung di Pelaminan. Sebutan Mak Comblang tentu tidak bisa di pisahkan dari dunia percintaan. Mak Comblang merupakan pihak yang berperan mempertemukan dua orang dengan tujuan berpacaran bahkan menikah.
Perkembangan zaman membuat peran Mak Comblang mulai tergantikan dengan adanya aplikasi dating apps. Seperti Mak Comblang dating apps pun berperan mempertemukan dua orang dari seluruh dunia.
Kini tidak sedikit orang yang berhasil menemukan pujaan hatinya lewat aplikasi bahkan hingga menikah. Seperti Galih dan Ratna bukan nama sebenarnya pertemuan mereka di dating apps Setipe berujung di pelaminan. Bahkan tidak lama lagi keduanya akan di karuniai buah hati.

Berikut Kisah Pasangan yang Dijodohkan Aplikasi Berujung di Pelaminan.

1. Mencoba dating apps setelah putus cinta

Pertemuan keduanya bermula ketika Ratna masih berkuliah di salah satu kampus swasta di Tangerang Banten. Ratna sempat tiga tahun menjalin asmara dengan seorang pria namun kandas akibat tidak sepaham.
Seperti pasangan pada umumnya yang baru putus cinta Ratna mengalami kegalauan. Rutinitas menonton film makan bersama jalan ke mal yang biasa di lakukannya bersama sang mantan tidak lagi bisa dia lakukan.

“Waktu masih pacaran gue punya kebiasaan chatting yang intens. Setelah putus jadi ngerasa kehilangan itu. Gue install dating apps cuma untuk nyari teman hang out chatting jalan-jalan gitu” ungkapnya ketika ditemui di daerah Jakarta Selatan Minggu.

Dating apps pertama yang dia install adalah Tinder. Aplikasi ini memungkinkan penggunanya untuk chatting dengan orang asing dengan syarat sama-sama menyukai profil yang di unggah pengguna ke akun Tindernya.
Melalui Tinder Ratna banyak berkenalan dengan orang asing bahkan kopi darat dengan beberapa pria. Sayangnya tidak ada satu pun yang sesuai dengan kriterianya. Dia mengaku lebih sering bertemu pria yang tidak senonoh ketimbang yang menurutnya baik. Tidak jarang dia di manfaatkan oleh pria lain ketika berkenalan dan bertemu.
Hal tersebut membuatnya lelah berkenalan dengan laki-laki melalui Tinder. Lantas Ratna pun curhat dengan sahabatnya tentang permasalahan itu.

“Teman gue nyuruh buat install Setipe katanya itu lebih baik” ujar Ratna.

2. Pengalaman buruk Ratna dalam menggunakan dating apps membuat Galih harus berjuang lebih keras

Karena pengalaman buruk penggunaan dating apps di masa lalu. Ratna masih menganggap penggunaan Setipe hanya untuk iseng saja meski ketika registrasi akun di minta menjawab sejumlah pertanyaan agar algoritma bisa menemukan orang yang cocok dengannya.
Pada suatu sore Ratna match dengan Galih setelah sekian waktu menggunakan Setipe. Ratna mengaku bahwa Galih yang pertama kali mengirimkan pesan terlebih dahulu.
Berbeda dengan sebelumnya Ratna tidak langsung bertemu dengan galih. Pengalaman buruk di masa lalu membuatnya lebih berhati-hati sehingga tidak mau sembarangan mengajak orang asing bertemu.

“Dia Galih beberapa kali ngajak gue ketemuan tapi gue selalu punya alasan buat nolak”ujar Ratna.

Pertemuan keduanya pun terjadi. Ratna mengisahkan bahwa ketika bertemu dengannya Galih baru beberapa jam mendarat di Indonesia dari Jepang. Galih rela tidak istirahat demi bertemu Ratna

“Gue bilang sama dia cuma bisa ketemu di hari itu jadi dia bela-belain ketemu jam 8 pagi padahal dia baru sampai di rumah jam 3 pagi” ujarnya.

3. Menurut Ratna Galih tegas dengan komitmennya

Singkat cerita mereka sepakat berpacaran. Menurut Ratna Galih adalah seorang pria yang tegas dengan komitmennya. Lelaki 26 tahun itu sudah menegaskan komitmennya pada Ratna bahkan sebelum keduanya punya berstatus pacaran.

“Waktu belum pacaran dia bilang kalau seandainya kami pacaran gue jadi orang yang terakhir. Saat itu sih menurut gue gombal banget” ujarnya sambil tertawa.

Ketika sudah berpacaran pun Galih kembali menegaskan komitmennya seperti apa yang terlarang dan boleh di lakukan ketika berpacaran. Hal itu yang membuat Ratna yakin Galih merupakan jodohnya hingga keduanya menikah pada awal September 2018.
Lamanya jarak waktu dari perkenalan hingga pertemuan pertama dengan Galih tidak di sesali Ratna. Sebab proses panjang itu membuat Ratna dan Galih lebih saling mengenal dan menemukan kecocokan masing-masing.

“Gue ngerasa cocok ngobrol sama dia apa saja bisa akhirnya jadi teman curhat dan merasa cocok” jelasnya.