BERITA Internasional Kriminal kritik

Khamenei: Iran Tak Ingin Berperang dengan Amerika

Khamenei: Iran Tak Ingin Berperang dengan Amerika

INFODETIK – Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei menjelaskan negaranya tidak mendambakan berperang bersama Amerika Serikat. Komentar ini disampaikan menyusul keadaan yang kian tegang antara AS dan Iran.

Diberitakan Reuters, pengakuan ini disampaikan Khamenei di televisi Iran terhadap Selasa (14/5). Dia menegaskan bahwa Iran tidak bakal bernegosiasi bersama AS di dalam kesepakatan nuklir apapun, namun mereka bakal menghindar diri untuk tidak berperang. POKER PULSA

“Tidak bakal tersedia perang. Iran telah memilih jalan perlawanan. Kami tidak mendambakan berperang, dan mereka juga tidak mau. Mereka tahu itu bukan keperluan mereka,” kata Khamenei.

Komentar Khamenei disampaikan selang sepekan setelah AS kembali menjatuhkan sanksi untuk Iran. Dalam sanksi terbaru, Presiden AS Donald Trump mengincar produk non-minyak yakni besi, baja, alumunium, dan tembaga dari Iran. Menurut Gedung Putih, sektor ini menyumbang 10 persen dari ekspor negara itu.

Sanksi baru ini menandai kian buruknya pertalian bersama dengan Iran sesudah th. lantas Trump menarik AS dari perjanjian nuklir Iran atau Rencana Aksi Gabungan Komprehensif (JCPOA). Menurut Trump, JCPOA yang diteken Barack Obama dan pemimpin Iran, Rusia, China, Inggris, Prancis, dan Jerman, pada 2015 tidak menghasilkan hasil.

Trump beranggap JCPOA cacat sebab tidak menanggulangi masalah rudal balistik Iran dan tidak menghukum negara itu atas perang proksi di Timur Tengah. Dia inginkan kesepakatan baru untuk sanggup mengendalikan senjata Iran. SITUS POKER PULSA 

“Negosiasi seperti itu adalah racun,” kata Khamenei.

Trump didalam pernyataannya termasuk menyatakan AS tidak inginkan berperang bersama dengan Iran. Ini disampaikannya didalam membantah laporan sarana New York Times bahwa AS merencanakan mengirim 120 ribu tentara ke Timur Tengah untuk menghadapi Iran.

“Itu berita palsu, oke? Sekarang, apakah aku bakal melakukannya? Tentu saja. Tapi kita tidak merencanakan untuk itu. Tapi jika iya, kita bakal mengirim jauh lebih banyak tentara,” kata Trump.