BERITA Kesehatan Kriminal

Diduga Korban Malpraktik, Tubuh Balita di Bekasi Melepuh

Diduga Korban Malpraktik, Tubuh Balita di Bekasi Melepuh

INFODETIK – Seorang balita diduga menjadi korban malpraktik selagi mendapat perawatan di Rumah Sakit Hermina Galaxy. Karena kelalaian petugas medis, kulit muka DZ (2,5) tahun sekejap mengelupas, melepuh dan menghitam seakan terbakar.

Orangtua balita, Daniel Primantoro sudah menggugat RS Hermina Galaxy sebagian selagi lalu, tapi sayang gugatan Daniel tidak diterima majelis hakim. DEPOSIT VIA PULSA

“Kami dapat mengajukan banding sehingga tidak terulang kembali terhadap anak-anak yang lain,”ujarnya selagi dihubungi IDN Times, Selasa (3/9).

Daniel menceritakan insiden berikut bermula saat anaknya demam hingga 39 derajat celcius agar mesti meniti rawat inap di RS Galaxy Hermina pada 8 Oktober 2018.

Daniel mengutarakan sekira pukul 16.00 WIB, DZ diinfus seterusnya pada pukul 20.00 WIB, petugas medis menambahkan obat antibiotik yaitu Terfacef 1 GR Injection yang mempunyai kandungan Ceftriaxone lewat lewat selang infus. DEPOSIT JUDI VIA PULSA

“Para suster tidak dulu memeriksa apakah DZ punya alergi pada jenis obat-obatan khusus dengan cara lakukan tes alergi,” ungkapnya.

Setelah diberikan infus, tidak ada petugas medis baik dokter maupun perawat yang melaksanakan evaluasi berkala untuk melihat reaksi yang timbul berasal dari pertolongan obat Terfacef 1GR Injection.

Selang dua jam, kulit muka dan sekujur tubuh DZ terasa melepuh, pada bagian tubuh lain timbul bintik-bintik merah yang membawa dampak rasa. DZ makin kesakitan kulitnya menghitam seakan terbakar. “Saya tidak tega melihat DZ kesakitan seperti itu, hingga bulu mata rontok,” katanya. DEPOSIT JUDI VIA GOPAY

Petugas medis tidak memberikan pertolongan

Daniel semakin geram karena tidak ada perawat dan dokter jaga yang memberikan pertolongan medis pada anaknya.

“Mereka hanya menelepon dokter spesialis anak yang menangani DZ, namun dokter tersebut tidak bisa dihubungi, dan petugas medis tidak memberikan pertolongan apapun. Baru keesokan hari pukul 09.30 WIB seluruh seluruh pengobatan terhadap DZ dihentikan, infus yang terpasang dicabut,” ungkapnya.