BERITA Istana Presiden Jokowi Kriminal kritik

Di Hadapan Polisi, Emak-emak Penghina Jokowi Ini Menangis Minta Maaf

Di Hadapan Polisi, Emak-emak Penghina Jokowi Ini Menangis Minta Maaf

INFODETIK -Satuan Reserse Kriminal Polres Blitar Kota memeriksa seorang ibu rumah tangga bernama Aida, warga Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, yang dianggap menghina Presiden Joko Widodo lewat akun Facebook (FB) Aida Konveksi, pada Selasa (2/7).

Pemilik akun Facebook Aida Konveksi selanjutnya diperiksa intensif Satreskrim Polres Blitar Kota. Sejumlah barang bukti milik akun Facebook itu disita, di antaranya salinan unggahan ujaran kebencian.

“Kami sudah lakukan kontrol terhadap yang berkaitan (pemilik akun). Yang berkaitan terhitung kooperatif selama proses pemeriksaan,” terang Kasatreskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono, Selasa (2/7/2019). IDN POKER GOPAY 

Dalam kutipan layar yang di terima jatimnow.com, pemilik akun Facebook Aida Konveksi membagikan gambar wajah Presiden Joko Widodo yang di-edit seperti gambar mumi. Foto itu lantas diberi keterangan ‘The New Firaun’ dan dibagikan.

Gambar lainnya adalah foto 1/2 badan seorang hakim bersama kepala anjing, keterangan fotonya bertuliskan ‘Iblis berwajah anjing’. Postingan itu pun viral di media sosial.

Akun instagram @info_seputaran_blitar mengunggah tingkah laku akun Facebook Aida Konveksi berikut dan meneruskannya ke akun Instagram Polres Blitar Kota.

“Motifnya masih kita dalami lebih-lebih dulu,” sadar Heri. SITUS POKER PULSA

Setelah unggahan itu viral dan sang pemilik akun diperiksa, akun FB Aida Konveksi berikut telah tidak dapat ditemukan. Belum diketahui apakah akun berikut sengaja dihilangkan oleh pemilik atau di-banned oleh Facebook akibat unggahannya.

“Kata yang bersangkutan, akun Facebook itu segera hilang begitu saja malam tadi (Senin, 1/7/2019). Langsung terhapus,” kata Kasatreskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono, Selasa (2/7).

Dari pantauan jatimnow.com di ruang pemeriksaan, sang pemilik akun mengaku tidak mengerti secara pasti bagaimana akunnya mampu menghilang dan tidak mampu diakses. Sembari tetap menangis di bahu suaminya, ia meminta sehingga dirinya tidak ditahan polisi.

“Saya mohon maaf ya, Pak. Saya mohon jangan ditahan. Anak saya sakit pak, saya rawat sendiri di rumah sekarang. Gimana mereka jikalau saya ditahan,” kata wanita dengan hijab hitam sembari mencegah isak tangisnya. POKER SYAHRIAH 

Sementara itu, Tim Satreskrim Polres Blitar Kota tetap mempelajari dugaan penghinaan pada presiden yang dijalankan Aida kurang lebih Minggu (30/6/2019).